Jumat, 17 April 2026
Salsabila FM
Life Style

Tips menjaga kesehatan gigi

Redaksi - Monday, 06 April 2026 | 11:00 AM

Background
Tips menjaga kesehatan gigi
Tips menjaga kesehatan gigi ( Istimewa/)

Jangan Tunggu Sampai Nyut-Nyutan: Curhat dan Tips Biar Gigi Nggak Protes Terus

Ada sebuah lagu lama yang bilang kalau lebih baik sakit hati daripada sakit gigi. Jujur saja, siapa pun yang menulis lirik itu pasti belum pernah merasakan sensasi gigi berlubang yang kena es teh manis di siang bolong. Sakit hati mungkin bikin galau semalaman, tapi sakit gigi? Itu rasanya seperti ada konser heavy metal di dalam rahang yang nggak selesai-selesai, lengkap dengan dentuman drum yang bikin kepala mau pecah. Masalahnya, urusan gigi ini sering banget kita nomor duakan. Kita sanggup beli skincare berlapis-lapis demi wajah glowing, tapi urusan kesehatan mulut seringnya cuma modal sikat gigi dua ribu perak dan odol seadanya.

Padahal, investasi paling nyata di masa tua itu bukan cuma saham atau tanah, tapi gigi yang masih utuh dan bisa dipakai buat makan kerupuk putih dengan nikmat. Menjaga kesehatan gigi itu sebenarnya nggak susah-susah amat kalau kita nggak hobi menunda-nunda. Mari kita bedah pelan-pelan gimana caranya biar gigi kita nggak cuma rapi di foto Instagram, tapi juga sehat sampai ke akar-akarnya.

Sikat Gigi Bukan Balapan Formula 1

Kesalahan pertama yang paling sering dilakukan umat manusia adalah menyikat gigi secepat kilat. Mungkin karena sudah ngantuk banget atau memang lagi buru-buru mau berangkat kerja. Kita sering menyikat gigi dengan tenaga penuh, seolah-olah lagi nyikat noda oli di lantai garasi. Padahal, gusi kita itu sensitif, kawan. Sikat gigi terlalu keras bukannya bikin putih, malah bikin lapisan enamel terkikis dan gusi jadi surut.

Cobalah untuk lebih lembut. Gunakan gerakan memutar yang santai. Bayangkan kamu lagi memijat wajah, bukan lagi mengamplas kayu. Durasi idealnya itu sekitar dua menit. Kedengarannya sebentar, tapi kalau kamu benar-benar melakukannya sambil meratakan ke semua sisi—depan, belakang, atas, bawah—dua menit itu terasa cukup lama. Tips receh: sikatlah gigi sambil dengerin satu lagu favorit di Spotify, pas lagunya habis, biasanya durasinya sudah pas.

Jangan Anti Sama Benang Gigi (Flossing)

Di Indonesia, flossing atau pakai benang gigi itu masih dianggap barang "mewah" atau kegiatan yang ribet banget. "Ngapain pakai benang, kan sudah sikat gigi?" begitu pikir kita. Masalahnya, bulu sikat gigi itu punya keterbatasan fisik. Dia nggak bisa masuk ke celah-celah sempit antara gigi yang rapatnya melebihi hubungan kamu sama mantan. Di situlah sisa-sisa rendang atau serat kangkung bersembunyi dengan nyaman.



Sisa makanan yang nyempil ini kalau dibiarkan bakal jadi pesta pora buat bakteri. Hasilnya? Karang gigi menumpuk, gusi berdarah, dan bau mulut yang bikin orang di sebelah kamu pengen pingsan. Jadi, mulai sekarang, sediakan benang gigi di meja rias. Nggak perlu tiap jam, cukup sekali sehari sebelum tidur. Rasanya emang agak aneh di awal, tapi kepuasan saat melihat kotoran terangkat dari sela gigi itu hakiki banget.

Kurangi "Relationship" dengan Gula dan Kafein berlebih

Kita hidup di era di mana setiap tikungan jalan ada kedai boba atau es kopi susu kekinian. Enak sih, tapi gigi kita nggak sependapat. Gula adalah makanan favorit bakteri di mulut. Bakteri ini kemudian memproduksi asam yang pelan-pelan melubangi gigi kita. Kalau kamu hobi minum yang manis-manis seharian, itu sama saja kamu lagi kasih fasilitas "all you can eat" buat bakteri penghancur gigi.

Bukan berarti nggak boleh minum kopi atau boba sama sekali ya, hidup bakal hambar banget soalnya. Triknya adalah: selalu sedia air putih. Setelah minum kopi atau yang manis, kumur-kumur pakai air putih buat membilas sisa gula dan asam. Jangan biarkan cairan gelap itu nempel lama-lama di gigi kalau nggak mau gigi kamu berubah warna jadi kuning estetik ala kertas kuno.

Pilih Senjata yang Tepat

Pernah nggak kamu pakai sikat gigi yang bulunya kasar banget sampai gusi berdarah? Jangan diterusin. Pilihlah sikat gigi dengan bulu yang lembut (soft). Banyak orang mikir makin keras bulunya, makin bersih hasilnya. Itu mitos. Bulu sikat yang lembut justru lebih fleksibel buat masuk ke sela-sela gusi tanpa melukai jaringan lunaknya.

Lalu soal pasta gigi. Gunakan yang mengandung fluoride. Di dunia kesehatan gigi, fluoride itu ibarat tameng kapten Amerika. Dia memperkuat struktur gigi dan membantu proses remineralisasi. Jangan termakan iklan yang aneh-aneh tanpa melihat kandungan dasarnya. Dan satu lagi, ganti sikat gigi kamu minimal tiga bulan sekali. Kalau bulu sikatnya sudah mekar kayak bunga mawar, itu artinya sikat gigi kamu sudah waktunya pensiun dan masuk tempat sampah.



Jangan Takut Sama Dokter Gigi

Ini dia tantangan terberat: kontrol rutin ke dokter gigi. Banyak dari kita baru datang ke klinik kalau sudah ada drama "nyut-nyutan" yang bikin nggak bisa tidur. Padahal, kalau kita rajin kontrol minimal enam bulan sekali, masalah kecil bisa ketahuan sebelum jadi besar. Membersihkan karang gigi (scaling) itu wajib hukumnya. Karang gigi nggak bisa hilang cuma dengan sikat gigi biasa, mau pakai tenaga gajah sekalipun.

Memang sih, suara bor dokter gigi itu bisa bikin trauma masa kecil bangkit lagi. Tapi percayalah, biaya tambal gigi kecil itu jauh lebih murah daripada biaya perawatan saluran akar atau bikin gigi palsu gara-gara gigi asli harus dicabut. Jadikan kunjungan ke dokter gigi sebagai bagian dari self-care. Anggap saja lagi perawatan mahal buat aset masa depan.

Kesimpulan: Gigimu, Harimaumu

Kesehatan gigi itu sebenarnya cerminan dari seberapa peduli kita sama diri sendiri. Gigi yang sehat bikin kita percaya diri buat ketawa lebar tanpa harus tutup mulut pakai tangan. Gigi yang sehat juga bikin kita bisa menikmati hari tua dengan tenang tanpa drama susah makan. Jadi, yuk mulai hari ini, lebih perhatian sedikit sama yang ada di dalam mulut. Jangan cuma fokus sama apa yang masuk ke mulut, tapi perhatikan juga gimana kondisi rumah bagi makanan-makanan itu. Ingat, gigi nggak bisa tumbuh lagi kalau sudah hilang, beda sama rambut atau kuku. Rawatlah selagi masih ada, sebelum semuanya terlambat dan kamu cuma bisa makan bubur setiap hari.