Kubu Jimad Sakteh Sebut Pj Bupati Usulan Parpol Pemohon dan Singgung Insiden Ketapang
Ach. Mukrim - Sunday, 19 January 2025 | 06:42 PM


salsabilafm.com – Kubu Calon Bupati dan Wakil Bupati Sampang Nomor Urut 2, Slamet Junaidi dan Ahmad Mahfudz (Jimad Sakteh), menyinggung peristiwa pengeroyokan yang menyebabkan pendukung mereka meninggal dunia.
Peristiwa nahas itu disinggung kuasa hukum Jimad Sakteh, Muhammad Sholeh, ketika memberikan keterangan sebagai pihak terkait dalam gugatan perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) yang diajukan pasangan nomor urut 1, Muhammad bin Muafi Zaini-Abdullah Hidayat.
Sholeh mengatakan, kubu pasangan nomor urut 1 sebagai pemohon berupaya menggunakan dalil pelanggaran terstruktur, sistematis, dan massif (TSM) sebagai pintu masuk agar gugatan Nomor Perkara 237/PHPU.BUP-XXIII/2025 ini berlanjut ke tahap pembuktian.
"Padahal Yang Mulia, kami punya bukti dalam (bukti) PT 12. Pj (Penjabat) Bupati Sampang sekarang ini pun atas usulan dari partai pengusung paslon pemohon ini," kata Sholeh di Gedung MK, Jakarta, Jumat (17/1/2025) lalu.
"Tetapi yang dituduhkan terstruktur justru kami," imbuhnya.
Setelah itu, Sholeh menyinggung peristiwa maut yang terjadi pada 17 November 2024 ketika Slamet Junaidi datang ke Kecamatan Ketapang untuk bersilaturahmi dengan salah seorang kiai. Namun, setelah selesai sowan, rombongan Slamet Junaidi dihadang pendukung pasangan Muhammad bin Muafi Zaini dan Abdullah Hidayat.
"Untungnya calon kita selamat, tapi pendukung kita yang merupakan calon saksi di TPS akhirnya meninggal dunia dikeroyok ratusan orang, Yang Mulia," ujar Sholeh.
Selain itu, menurut dia, kubu pasangan calon nomor urut 1 juga tidak memenuhi ambang batas untuk mengajukan permohonan PHPU sebagaimana diatur dalam Pasal 158 Undang-Undang Pilkada. Dengan jumlah penduduk Sampang yang lebih dari 1 juta jiwa, maka ambang batas atau selisih suara antar calon paling banyak 0,5 persen.
"Selisihnya 43 ribu, maka kalau diprosentase 6,9 persen," pungkasnya. (Mukrim)
Next News

Warga di Sampang Keluhkan Jalan Poros Desa Rusak Parah, Kades: DD Alami Pemangkasan
18 hours ago

Pasca Ambruk, SDN Pangilen Terpaksa Lakukan KBM di Luar Kelas
18 hours ago

Belasan CJH Sumenep Batal Berangkat Haji, Kondisi Kesehatan Jadi Faktor Utama
18 hours ago

Harga Minyak Goreng Curah di Sumenep Melonjak, Ini Penyebabnya
18 hours ago

Diserempet Dump Truk, Lansia 67 Tahun di Pamekasan Meninggal Dunia
18 hours ago

Harga Plastik Melonjak, Pengusaha Jasa Laundry di Bangkalan Lakukan Penyesuaian Harga
18 hours ago

2 Cicit Syaikhona Cholil Bangkalan Akan Deklarasikan IHSAN di Hari Santri 2026
18 hours ago

Dorong Percepatan Digitalisasi dan Efisiensi Energi, Pemkab Sampang Terapkan WFH Tiap Jum'at
21 hours ago

Pelajar SMK di Sampang Tersengat Listrik saat Parkir Motor
21 hours ago

Tiba di Pamekasan, Haji Her Disambut Ribuan Warga
14 hours ago





