Gandeng KKP, Pemkab Sumenep Gelar Festival Permainan Tradisional 2025
Redaksi - Monday, 06 October 2025 | 06:39 PM


salsabilafm.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Jawa Timur berupaya melestarikan permainan tradisional melalui kegiatan Festival Permainan Tradisional 2025. Kegiatan ini dengan menggandeng Komunitas Kanca Pendidikan (KKP), yakni organisasi yang bergerak di bidang pelestarian seni budaya dan tradisi Madura.
Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo, mengatakan, selain untuk melestarikan permainan tradisional dan menumbuhkan karakter positif pada generasi muda. Festival itu juga sebagai salah satu upaya untuk mencegah ketergantungan anak pada gawai.
"Selain sebagai upaya gerakan edukatif, Festival Permainan Tradisional 2025 ini untuk memperkenalkan kembali nilai-nilai budaya masyarakat kepada generasi muda, khususnya pelajar," kata Fauzi, Minggu (5/10/2025)
Festival yang digelar di Lapangan Trunojoyo Kecamatan Kalianget itu diikuti sebanyak 350 orang pelajar dari sekolah dasar (SD) sederajat se-Kabupaten Sumenep.
Festival ini melombakan berbagai permainan rakyat khas tradisional masyarakat, di antaranya kelereng, gobak sodor, tarik tambang, dakon, bola beklen, dan engklek.
Ketua Panitia Penyelenggara KKP Sumenep, Herli Wahyudi, mengatakan, festival permainan tradisional itu bukan sekadar hiburan semata, akan tetapi juga sebagai sarana pembentukan karakter, kerja sama, sportivitas, dan empati, sehingga anak-anak tidak hanya bermain melainkan belajar tentang budaya dan nilai luhur.
Pihaknya menilai di tengah gempuran teknologi dan permainan digital, festival kearifan lokal masih relevan. Sebab, permainannya menyenangkan dan penuh makna pendidikan, karena mereka belajar tentang kebersamaan, strategi, dan empati.
"Kami melaksanakan festival ini, merupakan bentuk kepedulian terhadap warisan budaya yang mulai jarang anak-anak memainkannya di kehidupan sehari-hari, padahal permainannya mengandung nilai kebersamaan yang sangat penting dalam membentuk karakter," ujarnya.
Pembukaan festival ini ditandai dengan permainan kelereng di area utama kegiatan, yang melibatkan perwakilan panitia pelaksana, pihak sponsor, dan pejabat Pemkab Sumenep.
Melalui kegiatan tersebut, diharapkan bisa menjadi simbol semangat kebersamaan dan upaya nyata, dalam rangka menghidupkan kembali permainan tradisional di tengah arus modernisasi.
"Kebersamaan dan semangat melestarikan permainan tradisional harus terus dijaga, meskipun saat ini, hidup di era yang serba digital," kata Herli Wahyudi.
Panitia penyelenggara menyediakan hadiah bagi para pemenang mulai juara 1 hingga 3 berupa tropi dan uang pembinaan. (*)
Next News

Diduga Dapat Ancaman, Ibu dan Anak di Pamekasan Minta Perlindungan Polisi
13 hours ago

Ribuan Alumni dan Santri Pondok Pesantren di Pamekasan Gusur Bangunan Indomaret
13 hours ago

69 Jenazah Korban KM Virgo Berhasil Diidentifikasi, 13 Masih Proses Pemeriksaan DNA
13 hours ago

Prabowo Minta Jumlah Polisi Kehutanan Ditambah Jadi 70 Ribu
13 hours ago

UU Satu Data Indonesia Atur Ancaman Pidana Penyalahgunaan Data
4 hours ago

MK Nyatakan Pemohon Tak Punya Kedudukan Hukum, Gibran Tak Bisa Didiskualifikasi
4 hours ago

Lahan Bambu di Pamekasan Terbakar, Diduga Dipicu Aktivitas Bakar Sampah
a day ago

Emil Dardak Soroti Sistem Pelayanan Kesehatan di Pamekasan
a day ago

Gas LPG 50 Kg Meledak, Puluhan Ruko di Pakuwon City Surabaya Rusak
a day ago

20 Ribu Warga Pulau Mandangin Belum Punya SPBU, Pemkab Sampang Cari Investor
a day ago





