Program Pelatihan Kerja Belum Berikan Dampak Signifikan Terhadap Angka Kemiskinan

Program Pelatihan Kerja Belum Berikan Dampak Signifikan Terhadap Angka Kemiskinan

Angka kemiskinan di kabupaten Sampang, Madura, Jawa timur, terus meningkat. Dari 346.075 jiwa menjadi 374.908 penduduk. Hal ini menunjukkan masih banyak pekerjaan rumah (PR) yang harus dilakukan Pemerintah.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Penempatan dan Pengembangan Tenaga Kerja DPMPTSP dan Naker Sampang Agus Sumarso tidak memungkiri jika Sampang masih menjadi daerah termiskin se-Jawa Timur.

“Kita akui masih tertinggal dari pada Kabupaten yang lain, tetapi, hal tersebut diakibatkan oleh berbagai faktor, bukan hanya dari pelatihan kerja yang kita jalankan,” jelasnya.

Agus menjelaskan, Pelatihan kerja yang dijalankan selama ini sudah maksimal. Sudah ada sebagian peserta pelatihan yang bisa bekerja, bahkan membuka usaha sendiri.

Setiap tahun, pihaknya membuka pelatihan kerja diperuntukkan kepada masyarakat yang belum memiliki perkerjaan atau terdampak PKH, dengan harapan agar pengetahuan mereka bertambah dan bisa diterima di tempat kerja.

“Pelatihan ini kami adakan setiap tahun. Karena kami nilai sangat penting untuk masyarakat, termasuk agar bisa membuka lapangan pekerjaan baru. Dengan begitu, masyarakat akan mendapatkan penghasilan untuk memenuhi hidupnya,” katanya.

Setelah mengikuti pelatihan, peserta tetap mendapatkan pemantauan dan pembinaan. Dengan maksud agar peserta pelatihan bisa menerapkan ilmu pengetahuannya dengan maksimal.

“Jika ada lowongan pekerjaan tetap kami informasikan. Kalau yang sudah buka usaha sendiri kami pantau perkembangan usahanya,” pungkasnya. (Mukrim)

Leave a Reply

Your email address will not be published.