Merasa Dipersulit, Ini Ungkapan Petani Sampang Tentang Kartu Tani

news 7
Foto : Ilustrasi google/ Liputan 6

Petani Kabupaten Sampang mengaku kesulitan mendapatkan pupuk bersubsidi. Kondisi ini terjadi  pasca penerapan program Kartu Tani oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat.

Pasalnya, saat ini masih banyak petani yang belum menerima kartu tani, bahkan, ada juga yang baru mendaftar untuk masuk ke data Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) tahun 2021 mendatang. Padahal, kartu tersebut sangat dibutuhkan untuk membeli pupuk bersubsidi.

Seorang petani di Desa Maduleng, Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang, Toha (43) mengatakan, Saat ini petani semakin disulitkan untuk memperoleh pupuk bersubsidi karena diberlakukannya kartu tani.

“Para petani harus memiliki kartu tani supaya mudah mendapatkan pupuk. Saya sempat memiliki kartu tani namun sekarang sudah tidak diaktifkan lagi,” ujar toha, Rabu (14/10/20) pagi.

Dijelaskan, adanya kartu tani justru mempersulit langkah petani sendiri untuk mendapatkan pupuk. Pasalnya, petani di daerah tidak terbiasa dengan hal seperti itu, dan banyak petani yg masih buta huruf.

Toha berharap, para petani tidak dipersulit ketika mendapatkan pupuk. Para petani di daerah jarang menggunakan modal sendiri ketika membeli pupuk. Biasanya para petani membayar pupuk setelah panen.

“Di Desa Maduleng sendiri saat ini sangat sulit untuk mendapatkan pupuk. Terutama, untuk pupuk jenis pupuk Urea dan KCL,” tandasnya.

Sementara itu, seorang petani asal Desa kebun Sareh, Mina (35) mengaku, hingga saat ini dirinya belum membuat kartu tani. Terlalu banyak persyaratan yang harus ditempuh. Sehingga, saat ini dirinya sangat sulit untuk mendapatkan pupuk subsidi.

“Saya belum sempat membuat kartu tani, terlalu banyak persyaratan yang harus ditempuh. Selain itu, terlalu ribet, apalagi bagi saya yang tidak mengerti teknologi,” tandasnya.

Dia menyarankan agar pemerintah mempermudah dalam hal pengadaan pupuk bagi petani. Karena, pada prinsipnya petani sangat memerlukan pupuk untuk sawah mereka.

“Tidak masalah bagi kami harga pupuk mau naik ataupun mahal. Terpenting, kami tidak ingin pembelian pupuk dipersulit karena adanya kebijakan kartu tani,” tegasnya.

Sementara itu, Plt, Kepala Dinas Pertanian Sampang, belum bisa dijumpai dan belum ada tanggapan resmi dari pihaknya meski salsabilafm sudah berulangkali mencoba menghubunginya melalui via telepon maupun Whatshap. (MK)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *