SP Buat Program Suara Perempuan Waktunya Perempuan Berbicara

Peringati Harlah ke-4, SP Buat Program Suara Perempuan Waktunya Perempuan Berbicara
Peringatan Harlah ke-4 Sekolah Perempuan Perdamaian Bintang 9 Sampang. (Foto: Fahromi N)

Sekolah Perempuan (SP) Perdamaian Bintang 9 Sampang memperingati Hari Lahir ke-4, Minggu (6/3/2022) kemarin. Kegiatan tersebut dipusatkan di Cafe Al Barokah, Jalan Wijaya Kusuma, Kelurahan Gunung Sekar Sampang.

Pengelola Sekolah Perempuan Perdamaian Bintang 9 Sampang, Aminatur Rizqiyah mengungkapkan, selama perjalanan 4 tahun sekolah perempuan, ada banyak hal yang telah dilalui, baik bersama kelas ibu-ibu maupun kelas anak muda.

“Banyak yang telah kami lalui, mulai dari canda tawa di waktu pertemuan yang menjadi semangat baru, kerinduan mendalam ketika tidak bertemu di masa pandemi, karena selama pandemi kami tidak mengadakan pertemuan rutin, dan lainnya,” ucapnya, Senin (7/3) pagi.

Di momentum spesial bagi Sekolah Perempuan ini, Aminatur Rizqiyah memiliki harapan besar, sistem kekeluargaan yang sudah dibangun bersama para anggota, terus tetap harmonis sehingga bisa menebarkan keharmonisan di tempat-tempat lain.

Kemudian, ia juga ingin mewujudkan mimpi dan harapan para anggota SP, agar lebih banyak lagi perempuan-perempuan yang berkarya, mandiri dan memiliki kebebasan akan dirinya tanpa merugikan dirinya dan orang lain.

“Semoga gerakan yang ditorehkan oleh SP bisa menjadi energi bagi para perempuan lainnya, sehingga banyak lagi para perempuan yang termotivasi untuk bahagia tanpa menjadi korban lagi,” ucapnya.

Rizqy, sapa akrabnya, membocorkan salah satu program yang akan dilakukan SP sepanjang tahun 2022 ini, yakni Talkshow dan podcast di dunia udara dengan nama program suara perempuan_waktunya perempuan berbicara.

“InsyaAllah bulan depan akan on air di radio Salsabila 94,1 FM. dan live streming Youtobenya SP mengenai keperempuan, dan program ini, salah satu ikhtiyar sebagai pra edukasi yang ramah dan peduli perempuan,” jelasnya.

Lantas ia berharap, semoga sekolah perempuan terus dan tetap bersemangat dalam mewujudkan mimpi dan sebuah harapan agar tidak ada lagi korban kekerasan bagi perempuan, baik karena status gender atau karena status sosial.

“Hal itu dapat diwujudkan dengan menumbuhkan kepedulian dan kepekaan antar sesama,” tutupnya. (Romi)

Leave a Reply

Your email address will not be published.