Hari Ibu 2020, Angka Kematian Ibu Melahirkan Capai 9 Orang di Sampang

Hari Ibu 2020, Angka Kematian Ibu Melahirkan Capai 9 Orang di Sampang
Dr. H Lusi Harini, Kepala Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi Masyarakat (KGM) Dinkes Sampang

Sebagai bentuk penghargaan terhadap perjuangan perempuan Indonesia, setiap tahun pada tanggal 22 Desember diperingati sebagai Hari Ibu Nasional. Tahun ini, Hari Ibu jatuh pada Selasa (22/12) dengan mengangkat tema Perempuan Berdaya Indonesia Maju.

Salah satu perjuangan berat seorang ibu adalah ketika melahirkan, dimana hidup dan mati perempuan dipertaruhkan demi melihat buah hati lahir untuk hidup di dunia.

Bertepatan dengan momuntum berharga ini, salsabilafm.com menemui Dr. H Lusi Harini, Kepala Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi Masyarakat (KGM) Dinkes Sampang untuk mengetahui angka kelahiran di Sampang.

“Hingga bulan November 2020, angka kematian ibu melahirkan di Sampang mencapai 9 orang dari total 14.793 ibu melahirkan. Turun dari 2019 yang mencapai 11 ibu meninggal dunia,” ungkap Kasi KGM Dinkes itu.

Hari Ibu 2020, Angka Kematian Ibu Melahirkan Capai 9 Orang di Sampang
Ramah: Dr. Lusi saat dijumpai di ruangannya, Selasa (22/12/20)

Dr. Lusi mengatakan, seorang wanita melahirkan itu taruhannya nyawa, karena semua orang melahirkan dihadapkan dengan resiko kematian. Dalam kondisi ini ada dua nyawa yang harus diselamatkan yakni ibu dan anak.

“Umumnya penyebab kematian ibu melahirkan itu keracunan kehamilan yaitu preeklamsia. Jadi Eklamsi ini tandanya hamil kemudian darah tinggi dan kejang sebelum, selama atau setelah persalinan,” ucapnya.

Setelah itu perdarahan juga bisa menjadi salah satu penyebab kematian, karena ketika seorang wanita melahirkan akan kehilangan darah sekitar 300 hingga 500 cc.

Untuk menekan angka kematian, pihaknya melakukan beberapa upaya. Salah satunya melakukan proses skrining ketika usia kandungan kurang dari 4 bulan. Jika ada indikasi kelainan maka pihaknya akan memberikan obat.

Kemudian terkait pendarahan, pihaknya memberikan tablet penambah darah. Bahkan pemberian tamblet ini tidak hanya untuk ibu hamil tetapi juga pada calon ibu seperti remaja putri.

“Karena itu di Hari Ibu ini saya sampaikan, meskipun jiwa raga kita diberikan kepada Ibu tidak akan cukup dengan pengorbanan yang sudah beliau berikan ke kita, kasih sayang bahkan nyawa pasti diberikan,” pungkasnya. (Rizal)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *