Dirut PUDAM Sampang Sebut Sebab Masalah Air Bersih Kota Bahari?

Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PUDAM) Trunojoyo Sampang dipersoalkan tentang penyaluran air bersih, Dirut PUDAM menyatakan banyak aspek permasalahan.

Pihaknya menyinggung mengenai permasalahan sumber yang ada di Rubaru, Kelurahan Banyuanyar Sampang, yang mendapat penolakan dari warga setempat.

“Rubaru ini permasalahan lama, Rubaru 2 tidak aktif karena debit airnya mengecil, yang bermasalah itu Rubaruh 3, bukannya tidak bisa diselesaikan, masalahnya komplek, bukan hanya teknis, aspek lainnya perizinan,” ujarnya Dani Darmawan.

“Yang mana sedang proses, sudah diajukan perizinannya, memang belum turun, masyarakat menolak, menolaknya dengan alasan atau dalih sumurnya jadi keruh dan berkurang,” lanjutnya.

Secara teknis permasalahannya bermacam sebab, bisa karena musim dan pihaknya belum bisa bertindak karena juga merupakan perhatian pihak berwenang yaitu Pemerintah Kota Bahari.

Sedangkan untuk penambahan jaringan dan pelanggan akan dilakukan semaksimal mungkin sesuai dengan kapasitas debit yang dimiliki PUDAM.

“Intinya mengoptimalkan debit air dari sumber yang ada, untuk kecukupan suplai ke pelanggan,” lanjutnya.

Kedepan pihaknya akan membuat peta jaringan milik PUDAM Sampang untuk audit jaringan, sehingga bisa diketahui permasalahan teknisnya.

“Kemudian kebocoran non teknis bisa jadi dari internal atau oknum, juga bisa dari pelanggan,” tambahnya.

Ia juga berkeinginan, PUDAM kedepannya mempunyai embung atau waduk dari air permukaan sungai yang ditampung, kemudian diolah dan proses filterisasi baru dialirkan ke pelanggan.

“Pembiayaannya nanti meminta bantuan dari pusat berasal dari APBN,” tutupnya. (Abaz)

Leave a Reply

Your email address will not be published.