BPBD Sampang Edukasi Santri Tangguh Bencana di PP. Assirojiyyah Kajuk

Kabupaten Sampang dikenal sebagai salah satu wilayah dengan tingkat kerawanan bencana alam yang lumayan tinggi, khususnya banjir.

Menaggapi hal tersebut Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sampang mengadakan pendidikan Santri Tangguh Bencana (SANTANA) di Pondok Pesantren Assirojiyyah Kajuk Sampang.

Pengasuh Pondok Pesantren Assirojiyyah KH Athoulloh Bushiri mengatakan, perlu kita garis bawahi bencana tidak bisa ditolak Namun, adanya SANTANA merupakan bentuk ikhtiar untuk meminimalkan bencana.

“Saya minta kepada peserta terutama santri Assirojiyyah yang terhimpun dalam Santana untuk semangat dan giat mengikuti acara ini, karena kalian dipersiapkan untuk tanggap terhadap bencana,” pesan beliau dalam sambutannya.

Beliau juga berterima kepada pihak-pihak terkait yang ikut mensukseskan acara tersebut dengan harapan bisa berdampak manfaat terutama kepada bangsa Indonesia.

Kasi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sampang Moh. Imam menjelaskan, Santana merupakan program yang memberikan pemahaman teori dan praktek tangguh terhadap bencana.

langkah itu dilakukan untuk menekan terjadinya resiko apabila terjadi bencana alam, seperti gempa bumi, kebakaran dan bencana banjir.

“Bentuk pendidikan yang kami sampaikan adalah teori dan praktek, yakni berupa simulasi secara langsung kepada para santri,” ujarnya Kamis (28/1/2021).

Ia berharap, adanya SANTANA di Pondok pesantren menjadi pilot project untuk pondok-pondok yang lain untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengurangi resiko bencana.

Moh amin, ketua pelaksana kegiatan mengatakan, ada sekitar 160 santri yg mengikuti kegiatan tersebut. “Alhamdulillah para santri semangat mengikuti acara tersebut,” ucapnya. (Mukrim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *