Akibat Pandemi Covid-19, Harga Rempah Tak Terkendali

20201109 172633
Saminah (40), salah satu pedagang Rempah di pasar Srimangunan Sampang.

Bisnis rempah naik pamor di tengah pandemi Covid-19. Pasalnya, banyak warga yang meyakini rempah-rempah seperti Cengkeh, Kapulaga, Kayu Secang, Bunga Lawang, dan Kulit Manis, dapat menjaga kesehatan dan stamina tubuh.

Sejak virus corona menyebar di kabupaten Sampang, penjualan rempah meningkat hingga 50 % dibanding kondisi normal.

“Banyak orang berfikir, mengonsumsi rempah adalah salah satu cara untuk menjaga imunitas atau daya tahan tubuh. Rempah-rempah itu mereka racik sendiri menurut keinginan masing-masing,” ucap Saminah , salah satu pedagang rempah di Pasar Srimangunan sampang , Senin(9/11/20).

Saminah (40) mengatakan, harga rempah seperti Jahe Merah, Kapulaga, dan Jintan sempat melambung tinggi hingga 100%. Hal ini dipicu minimnya ketersediaan barang dari pemasok sebab hambatan pendistribusian selama pandemi Covid-19.

“Sejak awal Corona masuk ke Sampang harganya melambung tinggi, tapi sekarang Alhamdulillah sudah agak normal lagi,” tuturnya.

Dipaparkan dia, harga Jahe saat ini Rp. 65 ribu, Kunyit Rp. 15 ribu, Laos Rp 18 ribu, dan kencur Rp. 45 ribu perkilo gram.

Kasi Informasi Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag Sampang), Busar Wibisono mengatakan mahalnya harga rempah ketika pendemi di picu dengan meningkatnya permintaan dan minimnya ketersediaan barang.

“Sempat melambung tinggi ketika pas awal pandemi karena adanya PSBB di beberapa daerah tapi sekarang Alhamdulillah sudah normal kembali,” Senin(9/11/20). (Mukrim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *