Ansor Banser Tambelangan Tanam 10 Ribu Pohon Bersama FPRB Sampang

Ansor Banser Tambelangan Tanam 10 Ribu Pohon Bersama FPRB Sampang
Ketua Tanfidziyah PCNU Sampang KH Moh Itqan Bushiri (tengah) saat memberikan sambutan. (Foto: Fahromi N)

Pengurus Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor dan Banser Kecamatan Tambelangan, Kabupaten Sampang melakukan gerakan menanam 10.000 pohon hijau, Minggu (16/1/2022) siang.

Kegiatan tersebut dilakukan bersama Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan Dinas Kehutanan Sampang, serta sejumlah pihak pendukung lainnya.

Ketua Panitia Kegiatan, Syamsuddin mengatakan bahwa sebenarnya pihaknya mendapatkan sebanyak 13.500 pohon hibah dari Dinas Kehutanan. Akan tetapi, setelah melalui tahap karantina hanya tersisa 10 ribu pohon.

“Setelah melalui tahap karantina, ada yang layu, kering dan sebagainya, jadi yang tersisa hanya 10 ribu pohon hijau,” ucap pria yang aktif di kepengurusan PAC GP Ansor Tambelangan itu kepada salsabilafm.com.

Menurutnya, pihaknya akan menanam 10 ribu pohon tersebut secara berkala di sembilan titik yang tersebar di lima desa se Kecamatan Tambelangan. Meliputi, desa Bungkak, Karang Anyar, Tambelangan, Samaran, dan Burung Gegek.

“Launching siang hari ini kita akan menanam secara simbolis, sisanya akan kita pasrahkan untuk ditanam pemilik lahan sendiri. Alhamdulillah sembilan titik itu adalah lahan pribadi milik pengurus Ansor Banser dan KNPI Tambelangan,” paparnya.

“Kita akan tetap pastikan agar tidak hanya ditanam tapi juga dirawat. Inti dari kegiatan ini, bagaimana kita bisa sama-sama sadar bahwa lingkungan ini adalah milik kita bersama yang harus dijaga bersama,” imbuhnya.

Ketua FPRB Kabupaten Sampang Moh Hasan Jailani mengapresiasi semangat GP Ansor dan Banser Tambelangan dalam menyelenggarakan kegiatan ini. Terbukti dari banyaknya peserta dari berbagai elemen yang meramaikan.

“Tambelangan ini paling luar biasa, sebelumnya di Karang Penang hanya 5 ribu pohon, kemudian selanjutnya di Robatal hanya 5 ribu, dan Kedungdung hanya 3 ribu, Tambelangan ini 10 ribu,” ungkapnya.

Pria yang akrab disapa tretan Mamak ini menambahkan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menjaga kelestarian lingkungan sehingga udara yang dihirup tetap sehat dan segar. Selain itu juga berfungsi sebagai sumber serapan. (Romi)

Leave a Reply

Your email address will not be published.