Stok Kelapa Parut di Sampang Langka, Harga Tembus Rp 20.000 per Butir

Spread the love

salsabilafm.com – Harga kelapa parut di Sampang, Madura, Jawa Timur, melonjak tajam hingga hampir dua kali lipat dari harga normal jelang Lebaran 2025. Kini harga kelapa parut berada di angka Rp 17.000-20.000 per butir.

Pantauan salsabilafm.com, di Pasar Srimangunan, Sampang, Sabtu (29/3/2025) harga kelapa parut di setiap pedagang berbeda-beda, ada yang Rp 17.000 per butir hingga Rp 20.000 per butir.

Hery (35), seorang pedagang kelapa parut di Pasar Srimngunan kini menjual kelapa parut per butir sebesar Rp 20.000. Namun, ketika sudah menjadi santan harganya naik menjadi Rp 35.000.

“Kenaikan hampir 100 persen dari harga normal. Biasanya kan cuma Rp 8.000. Sekarang itu Rp 17.000-20.000 per butir. Kalau santan Rp 35.000 per kg,” katanya.

Hery mengungkapkan, kenaikan harga bukan karena momen lebaran, namun karena stok kelapa yang terbatas. Dia menjelaskan, stok berkurang karena saat ini pemasok kelapa dari Palembang lebih mengutamakan ekspor dibandingkan memenuhi kebutuhan dalam negeri.

“Ini kenaikan terjadi karena ekspor. Bukan karena lebaran, tapi saingannya sama ekspor,” katanya.

Akibatnya, kata Hery, penjualan kelapa parut turun. Biasanya jelang Lebaran, ia bisa menjual kelapa parut per harinya 250 butir. Kini ia hanya bisa menjual sekitar 100 an kelapa.

“Biasanya itu per hari itu 250 butir. Sekarang itu kalau mahal begini setengahnya lah. Mungkin mereka lari ke bikin soup, daripada bikin rendang kelapanya mahal,” katanya.

Dani (46) pedagang kelapa parut lainnya, menyebut harga kelapa parut saat ini bukan mengalami kenaikan. Namun, sudah pindah harga. Pasalnya kata Dani, harga kelapa dari bandar kini sudah lebih dari Rp 10.000 per butir, padahal sebelumnya hanya sekitar Rp 5.200.

“Kita menjual Rp 15.000, dulu mah dari bandar cuma Rp 5.200an dijual Rp 7.000. Ini tuh udah pindah harga, bukan naik lagi,” katanya.

Kondisi ini turut dirasakan oleh pembeli, Hilda. Ia mengatakan sebenarnya kenaikan harga kelapa ini cukup memberatkan. Sebabnya, ia harus lebih dalam lagi merogoh saku celananya untuk membeli kelapa parut.

Meski mengaku keberatan dengan kenaikan harga, ia tetap membeli kelapa parut sesuai kebutuhannya untuk memasak hidangan Lebaran. Ia juga tidak mengurangi pembelian kelapa parut.

“Biasanya Rp13.000 sudah dapat, sekarang Rp 20.000. Sebenarnya keberatan, cuma ini momen lebaran mau nggak mau ya harus beli buat bikin makanan,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopindag) Sampang Chairijah mengakui, harga kelapa parut di Kabupaten Sampang mengalami kenaikan menjelang hari raya Idul Fitri. Menurutnya, hal ini sudah biasa terjadi setiap tahunnya karena permintaan yang meningkat, sedangkan stok kelapa parut terbatas.

Dia menjelaskan, kenaikan harga kelapa parut ini disebabkan oleh meningkatnya permintaan dari masyarakat yang membutuhkan kelapa parut untuk membuat masakan dan kue-kue lebaran.

“Saat ini, harga kelapa parut sudah meningkat karena permintaan yang banyak, sedangkan stok kita terbatas,” ujarnya.

Kenaikan harga kelapa parut ini diperkirakan akan berlangsung hingga hari raya Idul Fitri. Masyarakat diharapkan dapat mempersiapkan diri dengan membeli kelapa parut sebelum harga melonjak lebih tinggi lagi. (Mukrim)


Spread the love

Related Articles

Latest Articles

00:00 / 00:00