ARTIKUJT E FUNDIT

DPT Pilkada Pamekasan Capai 666.048 Pemilih

0

salsabilafm.com – Daftar Pemilih Tetap (DPT) dalam pelaksanaan pesta demokrasi, Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak, 27 November 2024 mendatang mencapai 666.048 pemilih.

Dengan selisih mencapai angka 23.214 orang dari jumlah total DPT, menempatkan pemilih perempuan mengungguli data pemilih laki-laki.

Angka tersebut berdasar rekapitulasi Daftar Pemilih Sementara Hasil Perbaikan (DPSHP) dan Penetapan DPT untuk Pilkada 2024, melalui Rapat Pleno Terbuka KPU Pamekasan, di Ballroom Azana Style Hotel, Jl Jokotole 282 Pamekasan, Kamis (19/9/2024).

Pleno tersebut dihadiri sejumlah stakeholder terkait, seperti Bawaslu Pamekasan, perwakilan partai politik (parpol), serta sejumlah badan adhoc dari 13 kecamatan berbeda di Pamekasan.

“Rekapitulasi DPSHP ini untuk mengumpulkan data dari seluruh kecamatan di Pamekasan, bertujuan untuk menyempurnakan data pemilih, mengidentifikasi sekaligus memperbaiki beberapa data bermasalah yang ditemukan di lapangan,” kata Komisioner KPU Pamekasan, Mohammad Halili.

Identifikasi dan perbaikan tersebut mencakup data pemilih ganda, pemilih meninggal dunia, hingga pemilih pindah domisili. “Jumlah DPT yang kami tetapkan berdasar hasil pleno sebanyak 666.048 orang, meliputi sebanyak 321.417 pemilih laki-laki dan 344.631 pemilih perempuan,” ungkapnya.

“Para pemilih ini nantinya akan menyalurkan hak suaranya di 1.270 TPS (Tempat Pemungutan Suara) di Pamekasan, termasuk di antaranya TPS Khusus yang nantinya akan melayani pemilih di lokasi tertentu,” jelasnya.

Divisi Perencanaan, Data dan Informasi KPU Pamekasan ini berharap DPT tersebut valid dan akurat.

“Kami berharap data (DPT) ini dapat mencerminkan kondisi pemilih yang sebenarnya, artinya tidak ada kesalahan berarti,” pungkasnya. (*)

Anniversary ke-5, KPGM Gandeng FPRB Perkuat Kepedulian Lingkungan dan Mitigasi Bencana

0

salsabilafm.com – Komunitas Pendaki Gunung Madura (KPGM) memperingati anniversary ke-5 di Sampang Sport Centre (SSC), Sabtu (29/11/2025) malam. Acara berlangsung hangat dengan penyampaian duka cita atas berbagai bencana terbaru, termasuk erupsi Semeru dan banjir di Sumatera.

Achonk Zaien, Ketua KPGM menceritakan perjalanan komunitas yang bermula dari grup Facebook pada 2019 hingga menjadi komunitas pada tahun 2020. Ia berterima kasih kepada anggota dari seluruh Madura atas loyalitas dan kontribusi dalam menjaga eksistensi KPGM di dunia nyata maupun digital. Dia jelaskan, selain pendakian, KPGM juga aktif dalam kegiatan sosial seperti peduli lingkungan dan berbagi takjil setiap Ramadan.

“Semoga KPGM tetap solid, tetap eksis, baik di dunia nyata maupun digital, dan bermanfaat bagi lingkungan serta banyak orang,” ujar Achonk.

Pegiat lingkungan FPRB, Agus Hendra Purnomo, mengajak pendaki berkomitmen menanam minimal dua pohon di setiap pendakian sebagai bentuk sedekah dan kontribusi menjaga keseimbangan alam. Menurutnya, anggota KPGM sendiri rutin melakukan pendakian tiga bulan sekali di tingkat kabupaten dan pendakian besar setahun sekali.

“Menanam satu pohon adalah sedekah. Satu pohon menyumbangkan oksigen dan itu sangat berharga. Kami berharap teman-teman pendaki bisa menanam dua pohon pada tiap pendakian,” jelas Hendra.

Sementara, Ketua FPRB Sampang, Moh Hasan Jailani, mengapresiasi keberanian KPGM untuk terus bergerak dan mengingatkan bahwa kondisi alam kini semakin tidak stabil. Pria yang akrab disapa Mamak ini juga menginformasikan adanya posko FPRB se-Jawa Timur di area Semeru bagi pendaki yang ingin melakukan aksi sosial.

“Kami sangat bergembira karena KPGM yang sudah berumur 5 tahun kini berani memunculkan dirinya dan bergerak di tengah persoalan-persoalan hari ini,” kata Mamak. (syie)

Kakatua Jambul Kuning Terancam Punah, Warga Pulau Masakambing Tanam Kelengkeng.

0

salsabilafm.com – Warga Desa Pulau Masakambing, Kecamatan Pulau Malembu, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, terus berupaya mencegah kepunahan spesies kakatua jambul kuning abbotti. Mereka menanam ratusan pohon kelengkeng agar bisa menjadi sumber pakan.

Yudhi, anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Pulau Masakambing, mengatakan, burung dengan nama latin Cacatua sulphurea abbotti ini adalah kakatua endemik yang sangat langka, sebab hanya ditemukan di Pulau Masakambing.

“Sudah diakui secara luas, burung kakatua endemik ini hanya ada di desa ini (Masakambing),” kata Yudhi di Sumenep, Minggu (30/11/2025).

Untuk menjaga ekosistem, Yudhi mengatakan, warga bergotong royong menanam ratusan pohon kelengkeng untuk menambah tutupan hijau di Pulau Masakambing.

Penambahan tutupan hijau dinilai menjadi langkah yang tepat dan mendesak untuk menjaga ketersediaan pakan dan ruang hidup bagi kakatua jambul kuning abbotti.

Dengan luas pulau yang kecil, tutupan hijau sangat berpengaruh pada keberlangsungan hidup kakatua abbotti. Selama beberapa dekade terakhir, populasi burung tersebut mengalami penurunan drastis sehingga masuk daftar spesies kritis.

Ekosistem di pulau kecil cenderung lebih sensitif. Dengan menambah tanaman buah seperti kelengkeng, warga dan satwa bisa mendapatkan manfaat yang saling menguatkan. “Pohon ini bisa menjadi sumber pakan sekaligus tempat berteduh bagi kakatua. Masyarakat pun bisa memanfaatkan buahnya. Jadi ada hubungan timbal balik yang sehat,” katanya.

Anggota DPRD Sumenep, Darul Hasyim Fath, mengatakan, keberadaan burung tersebut membuat Pulau Masakambing masuk dalam Kawasan Ekonomi Esensial (KEE) yang kelestariannya perlu dijaga. “Pulau Masakambing ini kawasan ekonomi esensial yang harus kita jaga. Kehidupan kakatua sangat bergantung pada kondisi lingkungannya,” ungkap Darul.

Warga Masakambing, kata Darul, memiliki kedekatan dengan kakatua jambul kuning sehingga aktivitas sehari-hari sering bersinggungan dengan habitat burung itu.

“Kita ingin tumbuh kesadaran bahwa pelestarian satwa langka bukan hanya tugas pemerintah. Masyarakat juga punya peran besar,” terang Ketua Komisi 1 DPRD Sumenep itu.

Penanaman pohon dianggap sebagai langkah konkret yang harus dilakukan secara berkelanjutan dan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial.

“Ke depan, kami ingin ada kolaborasi yang lebih kuat dengan warga. Pelajar, kelompok sadar lingkungan, semua perlu ikut terlibat,” tegas Darul. (*)

2 Pelaku Begal Brutal di Bangkalan Ditangkap Polisi

0

salsabilafm.com – Kasatreskrim Polres Bangkalan AKP Hafid Dian Maulidi, didampingi Plt. Kasihumas Ipda Agung Intama, menyampaikan pengungkapan kasus begal yang menimpa seorang warga Desa Pakong, Kecamatan Modung. Korban bernama Rosi melaporkan perampasan sepeda motor yang dialami anaknya saat pulang bersama temannya.

Dua pelaku, AM (35) dan FU (21) warga Kecamatan Kwanyar, memepet korban dari belakang. AM melempar segenggam tanah ke wajah korban hingga terjatuh, lalu membawa kabur sepeda motor beserta dua unit handphone.

“Anak korban dihentikan oleh dua orang pria. AM melemparkan tanah ke wajah korban hingga terjatuh. Setelah tersungkur, pelaku langsung membawa kabur sepeda motor beserta dua unit handphone,” jelas AKP Hafid. Sabtu (29/11/2025)

FU ditangkap lebih dulu dan mengakui beraksi bersama AM. Berdasarkan informasi tersebut, polisi kemudian membekuk AM saat menjalani perawatan di RSUD Syamrabu Bangkalan.

“Penangkapan dilakukan langsung di ruang perawatan dengan kondisi tersangka diborgol dan dijaga ketat anggota Polres Bangkalan,” imbuhnya.

Dalam pengungkapan kasus ini, polisi mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya 1 buah BPKB, kunci kontak sepeda motor, dosbook handphone, serta kunci T dari tersangka FU.

“Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian sebesar Rp23,7 juta. Kedua tersangka dijerat Pasal 365 KUHP tentang tindak pidana pencurian dengan kekerasan,” ucapnya. (*)

2 Tahun Trafo Dicabut, Warga Protes PLN Sampang

salsabilafm.com – Ratusan warga Desa Bajrasokah, Kecamatan Kedungdung, Sampang mengeluhkan akses listrik yang tidak stabil sejak dua tahun lalu. Hal itu akibat pencabutan trafo oleh petugas dari PLN.

Warga Dusun Sentra Timur, Desa Bajrasokah, Masjui mengatakan, persoalan bermula pada 18 Juli 2023,saat PLN menurunkan trafo di Dusun Seteran Timur untuk dipindahkan ke desa lain.

“Akibatnya, aliran listrik tidak stabil di beberapa rumah, tegangannya naik turun,” katanya kepada salsabilafm.com, Sabtu (29/11/2025).

Menurutnya, proses pelepasan trafo tersebut disertai kesepakatan tertulis antara pihak desa dan PLN.

“Isi kesepakatan itu, jika dalam dua minggu trafo belum dipasang kembali, maka warga diperbolehkan melakukan sambungan sementara tanpa meteran dan itu tawaran dari mereka,” ungkapnya.

Namun, lebih dari dua tahun berselang, trafo tersebut tak kunjung dikembalikan. Hal itu berakibat beberapa alat elektronik milik warga rusak.

“Akibat nyambung tanpa meteran, kondisi listrik tidak stabil. Banyak TV dan kulkas yang rusak, lampu redup, terutama malam hari,” ujar Masjui.

Hingga saat ini, setidaknya terdapat 150 rumah yang memakai listrik secara ilegal.

“Kami tidak mau secara ilegal, tapi ini karena keterpaksaan,” tuturnya.

Manda, salah satu petugas PLN (Persero) ULP Sampang, bagian Teknik, mengatakan, untuk kebutuhan trafo dan persiapan teknis lainnya, masih dalam tahap pemrosesan.

Ia menyebut pengadaan dan pemasangan jaringan tidak bisa dilakukan secara instan.

“Persiapan trafo dan material lainnya masih dalam proses. Tidak bisa langsung dipasang karena ada prosedur yang harus dilalui,” terangnya.

Saat disinggug perihal perjanjian warga yang diizinkan menyambung tanpa meteran, Manda enggan berkomentar.

“Kami no coment,” singkat Manda. (Syad)

Gagal Ginjal dan TBC Positif Berpotensi Gagalkan Keberangkatan CJH 2026

salsabilafm.com – Proses pemeriksaan kesehatan tahap awal bagi ratusan Calon Jamaah Haji (CJH) asal Kabupaten Sampang, Madura, untuk keberangkatan tahun 2026 terus berlangsung. Skrining ini merupakan syarat wajib untuk memastikan kondisi kesehatan atau istitoah (kemampuan fisik) jamaah sebelum menuju Tanah Suci.

Kegiatan yang dimulai sejak 15 Oktober 2025 ini telah menjaring sekitar 200 jamaah hingga akhir November.

Staf Surveilans dan Haji Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Dinkes KB) Sampang, Hafidz, mengungkapkan, tahap skrining akan segera ditutup, disusul pengumuman status kesehatan akhir.

“Proses skrining selesai di akhir November. Selanjutnya, seluruh hasil akan diumumkan sebelum jamaah memasuki tahap pelunasan biaya haji,” kata Hafidz, Minggu (30/11/2025).

Hafidz menjelaskan, status istitoah hanya diberikan kepada jamaah yang memenuhi seluruh persyaratan kesehatan. Bagi yang hasilnya belum lengkap, akan diminta menjalani pemeriksaan lanjutan atau kontrol ke rumah sakit, terutama bagi jamaah lansia.

Menurutnya, beberapa penyakit berisiko tinggi berpotensi besar menggagalkan keberangkatan, antara lain gagal ginjal yang memerlukan kontrol darah intensif serta TBC positif. Kendala mobilitas juga menjadi penilaian krusial. Meski demikian, kondisi kesehatan jamaah Sampang secara umum dinilai cukup stabil.

“Belum ada temuan kasus berat yang menghambat pemeriksaan lanjutan,” terangnya.

Dari sisi Kementerian Agama (Kemenag), Kasi Haji dan Umrah Sampang Sayfuddin memastikan bahwa skrining kesehatan dilakukan secara menyeluruh. Pemeriksaan tidak hanya berfokus pada riwayat medis, tetapi juga kemampuan fisik jamaah dalam menjalankan rangkaian ibadah haji yang membutuhkan stamina tinggi.

“Pemeriksaan mencakup kondisi fisik, riwayat penyakit, sampai tingkat aktivitas jamaah. Ini penting agar mereka benar-benar siap saat berada di Arab Saudi,” tutur Sayfuddin.

Hasil pemeriksaan kesehatan ini, lanjut Sayfuddin, akan menjadi dasar penting dalam pengurusan dokumen administrasi selanjutnya, seperti paspor dan visa. “Prosedur yang terstruktur ini diterapkan untuk memastikan seluruh proses keberangkatan berjalan tertata dan lancar,” pungkas dia. (Mukrim)

Sampang Raih Penghargaan Kabupaten Layak Anak Peringkat Madya Tahun 2025

0

salsabilafm.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Pada tahun 2025, Kabupaten Sampang berhasil meraih penghargaan Kabupaten Layak Anak (KLA) Peringkat Madya dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) Republik Indonesia.

Bupati Sampang, Slamet Junaidi menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kerja keras seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan program Kabupaten Layak Anak, mulai dari Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPA) hingga seluruh elemen masyarakat.

“Alhamdulillah, Sampang kembali mendapatkan pengakuan di tingkat nasional. Peringkat Madya ini menunjukkan bahwa kita berada di jalur yang tepat dalam menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan mendukung tumbuh kembang anak. Ke depan, kita akan terus berupaya naik kelas menuju Peringkat Nindya,” katanya, Minggu (30/11/2025).

Bupati juga menegaskan, pemenuhan hak anak merupakan bagian penting dari visi Sampang Hebat Bermartabat. Menurutnya, masa depan daerah sangat bergantung pada kualitas generasi mudanya.Menurutnya, penghargaan KLA Peringkat Madya ini menjadi capaian positif bagi Pemkab Sampang yang terus berkomitmen menciptakan ruang aman untuk anak.

“Hal ini tentunya bisa diwujudkan melalui penguatan regulasi, penyediaan layanan psikologis, inisiasi sekolah ramah anak, layanan kesehatan holistik, serta berbagai program pemberdayaan keluarga,” pungkasnya. (Mukrim)

Kapal Nelayan Karam Dihantam Gelombang Tinggi di Perairan Camplong Sampang

0

salsabilafm.com – Kapal ikan jenis slerek dengan nama “KM. Mulya” karam dihantam gelombang tinggi saat tambat di perairan Desa Dharma Camplong, Kecamatan Camplong, Sampang. Meskipun tidak ada korban jiwa, upaya evakuasi kapal yang dilakukan oleh Badan Penangualang Bencana Daerah (BPBD) Sampang bersama unsur SAR gabungan terkendala cuaca ekstrem.

Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Bencana Alam BPBD Kabupaten Sampang, Moh Hozin, menjelaskan, kejadian itu terjadi pada Sabtu (29/11/2025) dini hari sekitar pukul 04.30 WIB. Timnya menerima laporan kejadian sekitar pukul 08.15 WIB dari masyarakat setempat.

Kapal sepanjang 10 meter milik Ahmad Misdin tersebut tenggelam akibat kondisi laut di Camplong yang sedang tidak bersahabat dengan gelombang cukup tinggi.

“Kami segera menurunkan satu tim selam untuk melakukan penanganan awal,” katanya, Minggu (30/11/2025).

Hozin mengungkapkan, tim gabungan yang terdiri dari BPBD Sampang, Polsek Camplong, Kepala Desa Dharma Camplong, dan masyarakat setempat, berkoordinasi untuk melakukan proses pengangkatan menggunakan metode pemasangan drum apung.

“Pemasangan drum berhasil dilakukan dan membuat kapal dalam posisi setengah mengapung. Namun, proses penarikan ke tepi pantai belum dapat dilanjutkan karena gelombang masih tinggi dan angin kencang,” jelas Hozin.

Saat ini, tim masih menunggu kondisi cuaca membaik untuk menyelesaikan evakuasi. BPBD Sampang mengerahkan sejumlah peralatan, termasuk dua unit rescue car, satu unit perahu karet lengkap dengan mesin tempel, dan dua set alat selam (SCUBA).

“Kami harap proses evakuasi dapat dilanjutkan sesegera mungkin. Minta doanya semoga hari ini bisa kapal bisa segera diangkat,” pungkasnya. (Mukrim)

Rais Aam Tegaskan Gus Yahya Bukan Lagi Ketum PBNU, Siap Muktamar dan Bentuk TPF

0

salsabilafm.com – Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Miftachul Akhyar menegaskan, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) tidak lagi menjabat sebagai Ketua Umum PBNU terhitung sejak 26 November 2025 pukul 00.45 WIB. Dengan demikian, seluruh kewenangan ketua umum kini berada sepenuhnya di tangan Rais Aam.

“Bahwa terhitung mulai tanggal 26 November 2025 Pukul 00.45 WIB KH Yahya Cholil Staquf tidak lagi berstatus sebagai Ketua Umum PBNU, sehingga tidak berhak menggunakan atribut dan tidak memiliki kewenangan sebagai Ketua Umum PBNU,” ujar Kiai Miftach dalam keterangan pers, Sabtu (29/11/2025).

Penegasan ini disampaikan Rais Aam usai rangkaian silaturahim dan sosialisasi hasil Keputusan Rapat Harian Syuriyah PBNU yang digelar pada 20 November 2025.

Sebanyak 36 PWNU yang hadir disebut telah memahami latar belakang keputusan tersebut dan memberikan dukungan penuh kepada Rais Aam untuk menindaklanjutinya.

Menurut Kiai Miftach, keputusan pemberhentian Ketua Umum PBNU telah sesuai dengan fakta dan kondisi yang sebenarnya, tanpa motif atau latar belakang lain di luar apa yang tertulis pada Risalah Rapat Syuriyah.
Rais Aam juga memastikan roda organisasi tetap berjalan normal dengan rencana menggelar Rapat Pleno atau Muktamar dalam waktu dekat.

“Bahwa untuk memastikan berjalannya roda organisasi secara normal, maka akan dilaksanakan Rapat Pleno atau Muktamar dalan waktu segera,” ucap Kiai Miftach.

Menyoroti tingginya dinamika di publik, termasuk informasi yang beredar di media massa dan media sosial, Rais Aam akan membentuk Tim Pencari Fakta (TPF). Tim ini bertugas melakukan investigasi menyeluruh terkait berbagai informasi yang berkembang. Wakil Rais Aam PBNU, KH Anwar Iskandar dan KH Afifuddin Muhajir, akan menjadi pengarah TPF tersebut.

“Kami akan menugaskan Tim Pencari Fakta untuk melakukan investigasi secara utuh dan mendalam terhadap berbagai informasi yang berkembang di tengah-tengah masyarakat,” kata dia.

Untuk mendukung jalannya proses investigasi, Rais Aam juga memutuskan menangguhkan sementara implementasi Digdaya Persuratan tingkat PBNU. Sementara, implementasi Digdaya Persuratan di tingkat PWNU dan PCNU tetap berjalan sebagaimana biasa.

Kiai Miftach juga mengingatkan seluruh pihak agar menjunjung tinggi nilai-nilai khittah NU, mendahulukan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi, serta menjaga kejujuran dalam bersikap dan bertindak.
sekaligus mengajak warga NU memperbanyak munajat agar organisasi segera mendapatkan jalan keluar terbaik dan bermaslahat.

“Sebagai bagian dari ikhtiar batiniah, kami mengajak semua warga Nahdlatul Ulama untuk bermunajat kepada Allah SWT dengan harapan agar segera diberikan jalan keluar yang terbaik dan paling maslahat bagi Jamiyah Nahdlatul Ulama,” jelas Kiai Miftach. (*)

Kasus HIV AIDS di Pamekasan Tembus 229, Naik 88 Dibanding Tahun Lalu

0

salsabilafm.com – Kasus HIV/AIDS sepanjang tahun 2025 di Pamekasan mengalami lonjakan. Hingga akhir November, tercatat 88 kasus baru, dengan tiga di antaranya meninggal dunia.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Pamekasan, Avira Sulistyowati, menyebut total kasus HIV/AIDS kini mencapai 229 orang.

“Tahun lalu jumlahnya 141 kasus. Tahun ini bertambah 88 kasus, jadi totalnya 229,” kata Avira dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (29/11/2025).

Dari 88 kasus baru, sebanyak 50 penderita adalah laki-laki, sementara 38 lainnya perempuan.

Dinkes Pamekasan terus menggencarkan sosialisasi dan edukasi ke masyarakat, terutama di 13 kecamatan.

“Kami aktif jalankan program KIE (Komunikasi, Informasi, dan Edukasi) ke pelosok desa dan kalangan remaja,” ujar Avira

Edukasi juga dilakukan melalui seluruh fasilitas kesehatan (faskes) di bawah naungan Dinkes. “Screening HIV/AIDS, hepatitis, dan sifilis juga diterapkan kepada calon pengantin sebagai langkah pencegahan dini,” pungkas dia. (*)

KP3 Sumenep Pastikan Harga Pupuk Bersubsidi Sesuai HET

0

salsabilafm.com Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Jawa Timur memastikan harga pupuk bersubsidi di wilayah itu sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.

“Ini berdasarkan hasil pemantauan yang kami lakukan di sejumlah kios pupuk di Sumenep,” kata Koordinator Komisi Pengawas Pupuk dan Pestisida (KP3) Sumenep Dadang Dedy Iskandar, Jumat (28/11/2025) malam.

Dia menjelaskan, pihaknya telah melakukan pemantauan di empat kecamatan. Yakni, Kecamatan Bluto, Pragaan, Guluk-guluk dan Kecamatan Ganding.

Hasilnya, harga pupuk bersubsidi seperti urea dan NPK sesuai dengan harga eceran tertinggi yang telah ditetapkan pemerintah.

“Selain itu, distribusi pupuk dari pengecer ke petani juga berjalan lancar, dan tidak ditemukan adanya penyimpangan,” kata Dadang.

Dadang menegaskan, timnya sangat serius dalam penyaluran pupuk bersubsidi yang sesuai dengan peraturan pemerintah. Sehingga melibatkan APH yang dalam hal itu Kejaksaan, dan jajaran Polres.

HET untuk pupuk urea kemasan 50 kilogram Rp90 ribu per sak, pupuk NPK phonska kemasan 50 kilogram Rp92 ribu per sak, pupuk NPK kakao kemasan 50 kilogram Rp132 ribu per sak, dan pupuk ZA kemasan 50 kilogram Rp68 ribu per sak.

“Kalau pupuk organik petroganik kemasan 40 kilogram Rp25.600 per sak,” katanya.

Selain itu, stok pupuk di sejumlah gudang juga terpantau aman. Dadang menuturkan, berdasarkan hasil kunjungan di gudang penyangga di Bluto, stok pupuk urea tersedia 130 ton dan NPK 150 ton setelah disalurkan ke beberapa kecamatan sesuai surat pesanan.

Gudang tersebut setiap harinya juga melakukan pengiriman pupuk antara 150 – 200 ton.

“Di Sumenep ini ada sebanyak tiga gudang penyangga pupuk bersubsidi, yakni Bluto, Saronggi dan Marengan,” katanya.

Selain memantau stok dan harga pupuk, KP3 Sumenep juga meninjau PPTS (penerima pupuk pada titik serah ) di Kecamatan Pragaan, Guluk-guluk dan Ganding, guna memastikan harga tebus pupuk di tingkat petani.

Di setiap tempat yang dikunjungi itu, KP3 juga berdialog langsung dengan penanggungjawab atau pemilik kios serta kelompok petani.

“Hasil dialog yang kami lakukan, ternyata tidak ada masalah, dan kami berharap kondisi baik ini akan terus berlangsung dengan pola pengawasan ketat dari tim gabungan yang telah kami bentuk,” pungkas Dadang. (*)