Gagal Ginjal dan TBC Positif Berpotensi Gagalkan Keberangkatan CJH 2026

Spread the love

salsabilafm.com – Proses pemeriksaan kesehatan tahap awal bagi ratusan Calon Jamaah Haji (CJH) asal Kabupaten Sampang, Madura, untuk keberangkatan tahun 2026 terus berlangsung. Skrining ini merupakan syarat wajib untuk memastikan kondisi kesehatan atau istitoah (kemampuan fisik) jamaah sebelum menuju Tanah Suci.

Kegiatan yang dimulai sejak 15 Oktober 2025 ini telah menjaring sekitar 200 jamaah hingga akhir November.

Staf Surveilans dan Haji Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Dinkes KB) Sampang, Hafidz, mengungkapkan, tahap skrining akan segera ditutup, disusul pengumuman status kesehatan akhir.

“Proses skrining selesai di akhir November. Selanjutnya, seluruh hasil akan diumumkan sebelum jamaah memasuki tahap pelunasan biaya haji,” kata Hafidz, Minggu (30/11/2025).

Hafidz menjelaskan, status istitoah hanya diberikan kepada jamaah yang memenuhi seluruh persyaratan kesehatan. Bagi yang hasilnya belum lengkap, akan diminta menjalani pemeriksaan lanjutan atau kontrol ke rumah sakit, terutama bagi jamaah lansia.

Menurutnya, beberapa penyakit berisiko tinggi berpotensi besar menggagalkan keberangkatan, antara lain gagal ginjal yang memerlukan kontrol darah intensif serta TBC positif. Kendala mobilitas juga menjadi penilaian krusial. Meski demikian, kondisi kesehatan jamaah Sampang secara umum dinilai cukup stabil.

“Belum ada temuan kasus berat yang menghambat pemeriksaan lanjutan,” terangnya.

Dari sisi Kementerian Agama (Kemenag), Kasi Haji dan Umrah Sampang Sayfuddin memastikan bahwa skrining kesehatan dilakukan secara menyeluruh. Pemeriksaan tidak hanya berfokus pada riwayat medis, tetapi juga kemampuan fisik jamaah dalam menjalankan rangkaian ibadah haji yang membutuhkan stamina tinggi.

“Pemeriksaan mencakup kondisi fisik, riwayat penyakit, sampai tingkat aktivitas jamaah. Ini penting agar mereka benar-benar siap saat berada di Arab Saudi,” tutur Sayfuddin.

Hasil pemeriksaan kesehatan ini, lanjut Sayfuddin, akan menjadi dasar penting dalam pengurusan dokumen administrasi selanjutnya, seperti paspor dan visa. “Prosedur yang terstruktur ini diterapkan untuk memastikan seluruh proses keberangkatan berjalan tertata dan lancar,” pungkas dia. (Mukrim)


Spread the love

Related Articles

Latest Articles