Tanam 23.000 Pohon, FPRB Sampang Tuai Banyak Apresiasi Berbagai Kalangan

Tanam 23.000 Pohon, FPRB Sampang Tuai Banyak Apresiasi Berbagai Kalangan
Kalaksa BPBD Jatim, Budi Santoso saat menanam pohon bersama FPRB Kabupaten Sampang. (Foto: Mukrim)

Menanam sebanyak 23 ribu pohon di empat Kecamatan rawan bencana, Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) Kabupaten Sampang menuai banyak apresiasi dari berbagai pihak.

Gerakan dengan tajuk ‘Rawat Alam Untuk Keselamatan Bumi‘ dilakukan secara berkala mulai dari Kecamatan Karang Penang, Tambelangan, Robatal, dan Kedungdung.

“Kegiatan hari ini di Desa Sawah Tengah, Kecamatan Robatal  Sampang bukanlah puncak, melainkan proses awal menanam dan merawat 23 ribu pohon di 4 Kecamatan,” ungkap Ketua FPRB Sampang, Moh. Hasan Jailani kepada salsabilafm.com, Rabu (26/1/2022).

Pria yang akrab disapa tretan Mamak itu sangat bersyukur karena  kegiatan ini menjadi bukti kekuatan stakeholder dari berbagai kalangan dan tokoh bisa bertemu dan bergerak bersama menanam pohon.

“Saya sangat berterima kasih kepada teman-teman media, relawan, forum baik level provinsi maupun lokal, juga BPBD, stakeholder, dan para tokoh masyarakat karena kegiatan ini direspon positif,” ujarnya.

Bupati Sampang, H  Slamet Junaidi melalui Asisten Pemerintahan dan Kesra, Harunur Rasyid mengapresiasi kegiatan yang telah dilakukan oleh FPRB sebagai langkah mitigasi bencana di wilayah Kabupaten Sampang.

“Saya atas nama Pemerintah Kabupaten Sampang sangat mengapresiasi kegiatan yang telah dilakukan oleh FPRB bersama BPBD Sampang dan Provinsi Jawa Timur. Saya harap bisa mengurangi resiko terjadinya bencana,” harapnya.

Apresiasi juga disampikan oleh Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa melalui Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Jatim, Budi Santoso yang mengakui bahwa kegiatan yang dilakukan oleh FPRB Sampang luar biasa.

“Ini adalah gerakan yang luar biasa, menanam dan merawat 23 ribu pohon yang dilakukan di daerah rawan kritis atau rawan bencana yakni di Kecamatan Robatal,” tuturnya.

Dijelaskan, Kecamatan Robatal adalah wilayah hulu yang jika diguyur hujan lebat maka wilayah kota Sampang akan digenangi banjir. Maka penanaman pohon dikatakannya sangat tepat sebagai mitigasi berkelanjutan dalam menangani banjir.

“Kawasan hulu memamg harus dirawat, harus ada mitigasi tentang pembangunan berkelanjutan dan salah satu kesiapsiagaan resiko bencana adalah menanam pohon,” paparnya. (Romi)

Leave a Reply

Your email address will not be published.