Sampah Harian di Sampang Capai 20 Ton, DLH Perkim Akui Terkendala Anggaran

Spread the love

salabilafm.com – Volume sampah di Kabupaten Sampang terus meningkat hingga mencapai sekitar 20 ton per hari. Kondisi ini semakin mengkhawatirkan karena fasilitas reduce, reuse, recycle (TPS3R) masih sangat minim, padahal fasilitas tersebut merupakan pilar penting dalam pengelolaan sampah modern.

Kepala Bidang Kebersihan dan Persampahan Dinas Lingkungan Hidup dan Permukiman Rakyat (DLH Perkim) Sampang, Aulia Arif, mengakui bahwa lonjakan sampah tidak sebanding dengan kemampuan layanan persampahan yang dimiliki daerah.

“Setiap hari Sampang menghasilkan kurang lebih 20 ton sampah. Komposisinya didominasi sampah plastik yang membutuhkan waktu sangat lama untuk terurai,” katanya, Kamis (20/11/2025).

Aulia menegaskan, persoalan semakin rumit akibat minimnya alokasi anggaran pengelolaan sampah. Kondisi tersebut membuat pembangunan TPS3R, penambahan armada angkut, serta peningkatan sarana pendukung lainnya belum bisa dilakukan secara optimal.

“Kami sebenarnya sudah mempunyai grand design pengelolaan sampah, namun membutuhkan anggaran yang tidak sedikit. Selain menambah jumlah TPS3R, pengadaan teknologi seperti refuse derived fuel (RDF) juga penting,” jelasnya.

Sebagai langkah awal, DLH Perkim Sampang berencana membatasi penggunaan plastik sekali pakai pada kegiatan pemerintahan dan layanan publik. Selain itu, edukasi kepada masyarakat juga akan diperkuat untuk mendorong penggunaan bahan ramah lingkungan.

Bukan hanya itu, DLH Perkim juga melakukan pembinaan kepada pegiat lingkungan, termasuk komunitas go green yang dibentuk oleh masyarakat.

“Kami terus melakukan pembinaan pengelolaan sampah kepada para pegiat lingkungan,” pungkasnya. (Mukrim)


Spread the love

Related Articles

Latest Articles