Operasi Zebra Semeru, 6.870 Pelanggar Lalu Lintas di Pamekasan Ditindak

Spread the love

salsabilafm.com – Aparat kepolisian Polres Pamekasan, Jawa Timur menindak sedikitnya 6.870 pengendara kendaraan bermotor yang melanggar ketentuan disiplin berlalu lintas dalam operasi Zebra Semeru 2025 dalam sepekan terakhir, yakni mulai 17 hingga 23 November 2025.

“Ke 6.870 catatan tindak pelanggaran ini berbagai jenis yang kami catat mulai hari pertama pelaksanaan hingga 23 November kemarin,” kata Kasat Lantas Polres Pamekasan , AKP Bagus Wijanarko, Senin (24/11/2025).

Dia menjelaskan, tindak pelanggaran secara manual tercatat sebanyak 35 pelanggar, lalu sebanyak 127 pelanggar etle mobile, dan sebanyak 6.708 pelanggar lainnya mendapat teguran.

Menurut Bagus Wijanarko, operasi dengan sandi Zebra Semeru 2025 ini mengusung tema ‘Terwujudnya Kamseltibcarlantas yang Aman, Nyaman dan Selamat Menjelang Pelaksanaan Operasi Lilin 2025’, dan digelar dalam rangka menegakkan disiplin lalu lintas, menekan angka kecelakaan di jalan raya, serta dalam rangka menyambut tahun baru 2026.

Operasi akan berlangsung hingga 30 November 2025 dan menyasar delapan jenis pelanggaran.

Di antaranya, berkendaraan dengan menggunakan telepon seluler, berkendaraan di bawah umur, berbonceng lebih dari satu orang, tidak menggunakan helm SNI dan Safety Belt bagi mobil, mengemukakan kendaraan di pengaruh alkohol, melawan arus, melebihi batas kecepatan, dan over dimensi.

Menurut Bagus Wijanarko, selain melalui kegiatan operasi, upaya untuk menekan kecelakaan lalu lintas dan meningkat disiplin pengendara juga dilakukan melalui berbagai jenis kegiatan.

“Salah satunya melalui program ‘Police goes to school’ dan sosialisasi langsung kepada masyarakat,” katanya.

Data Satlantas Polres Pamekasan mencatat angka kecelakaan lalu lintas di wilayah itu dalam dua tahun terakhir terpantau meningkat.

Pada 2023, angka kecelakaan lalu lintas di wilayah itu tercatat sebanyak 439 kejadian, sedangkan pada 2024 tercatat sebanyak 454 kejadian.

“Dan operasi Zebra Semeru yang kami gelar serentak ini sebagai salah satu upaya sistemik untuk menekan terjadinya kecelakaan, karena berdasarkan kajian yang kami lakukan, penyebab utamanya karena pengendara tidak disiplin dalam berlalu lintas,” pungkasnya. (*)


Spread the love

Related Articles

Latest Articles