Mahal, Harga Cabai Rawit Merah di Sampang Tembus Rp. 95 Ribu Perkilogram

Mahal, Harga Cabai Rawit Merah di Sampang Tembus Rp. 95 Ribu Perkilogram
Sepi pembeli, pemandangan salah satu penjual cabai di pasar Srimangunan Sampang. (Foto: Mukrim)

Harga cabai rawit di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Sampang terus mengalami kenaikan tajam. Terbaru, harga 1 kilogram cabai tembus Rp. 95 ribu.

Kenaikan harga cabai merah jelang Idul Adha 1443 Hijriah ini dikeluhkan masyarakat. Mereka kini terpaksa mengonsumsi cabai hijau atau cabai muda demi menghemat pengeluaran rumah tangga.

“Hampir semua jenis sayuran harganya naik, paling tinggi cabai rawit merah dari sebelumnya Rp 60 ribu kini tembus Rp 95 ribu per kilogram,” kata salah seorang pedagang di Pasar Srimangunan, Rokeyyeh, Jum’at,(17/6/2022).

Ia menyebutkan, kenaikan ini berdampak pada berkurangnya keuntungan yang diperoleh karena daya beli konsumen menurun dari biasanya 1 kilogram menjadi setengah kilogram. Sementara modal yang dikeluarkan kian meningkat.

Sementara itu, Nina (35), salah seorang pembeli mengaku diberatkan dengan kenaikan harga cabai rawit senilai Rp. 95 ribu per kilogram. Ia terpaksa mengkonsumsi cabai hijau atau cabai muda demi menghemat pengeluaran rumah tangga.

“Mahal sekali mas, mending puasa cabai saja. Kalaupun mau, ya lebih baik makan cabai muda saja, lebih murah dan terjangkau harganya,” keluhnya.

Kasi Informasi Perdagangan Diskoprindag Sampang, Abd. Syakur mengatakan, tingginya harga cabai dipengaruhi oleh faktor cuaca. Banyak petani cabai gagal panen, sehingga berdampak pada ketersedian cabai di wilayah Sampang.

Akibat minimnya ketersedian cabai di daerah, banyak pedagang cabai harus membeli ke luar daerah (Jawa) sebagai stok ketersediaan, meski harganya terbilang cukup tinggi dibandingkan cabai asli Madura.

“Cuaca ekstrem sehingga pasokan cabai minim, akibatnya petani cabai gagal panen dan terpaksa harus beli ke luar Madura dengan harga lebih tinggi karena ongkos distribusi,” paparnya. (Mukrim)

Leave a Reply

Your email address will not be published.