KP3 Sumenep Pastikan Harga Pupuk Bersubsidi Sesuai HET

Spread the love

salsabilafm.com Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Jawa Timur memastikan harga pupuk bersubsidi di wilayah itu sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.

“Ini berdasarkan hasil pemantauan yang kami lakukan di sejumlah kios pupuk di Sumenep,” kata Koordinator Komisi Pengawas Pupuk dan Pestisida (KP3) Sumenep Dadang Dedy Iskandar, Jumat (28/11/2025) malam.

Dia menjelaskan, pihaknya telah melakukan pemantauan di empat kecamatan. Yakni, Kecamatan Bluto, Pragaan, Guluk-guluk dan Kecamatan Ganding.

Hasilnya, harga pupuk bersubsidi seperti urea dan NPK sesuai dengan harga eceran tertinggi yang telah ditetapkan pemerintah.

“Selain itu, distribusi pupuk dari pengecer ke petani juga berjalan lancar, dan tidak ditemukan adanya penyimpangan,” kata Dadang.

Dadang menegaskan, timnya sangat serius dalam penyaluran pupuk bersubsidi yang sesuai dengan peraturan pemerintah. Sehingga melibatkan APH yang dalam hal itu Kejaksaan, dan jajaran Polres.

HET untuk pupuk urea kemasan 50 kilogram Rp90 ribu per sak, pupuk NPK phonska kemasan 50 kilogram Rp92 ribu per sak, pupuk NPK kakao kemasan 50 kilogram Rp132 ribu per sak, dan pupuk ZA kemasan 50 kilogram Rp68 ribu per sak.

“Kalau pupuk organik petroganik kemasan 40 kilogram Rp25.600 per sak,” katanya.

Selain itu, stok pupuk di sejumlah gudang juga terpantau aman. Dadang menuturkan, berdasarkan hasil kunjungan di gudang penyangga di Bluto, stok pupuk urea tersedia 130 ton dan NPK 150 ton setelah disalurkan ke beberapa kecamatan sesuai surat pesanan.

Gudang tersebut setiap harinya juga melakukan pengiriman pupuk antara 150 – 200 ton.

“Di Sumenep ini ada sebanyak tiga gudang penyangga pupuk bersubsidi, yakni Bluto, Saronggi dan Marengan,” katanya.

Selain memantau stok dan harga pupuk, KP3 Sumenep juga meninjau PPTS (penerima pupuk pada titik serah ) di Kecamatan Pragaan, Guluk-guluk dan Ganding, guna memastikan harga tebus pupuk di tingkat petani.

Di setiap tempat yang dikunjungi itu, KP3 juga berdialog langsung dengan penanggungjawab atau pemilik kios serta kelompok petani.

“Hasil dialog yang kami lakukan, ternyata tidak ada masalah, dan kami berharap kondisi baik ini akan terus berlangsung dengan pola pengawasan ketat dari tim gabungan yang telah kami bentuk,” pungkas Dadang. (*)


Spread the love

Related Articles

Latest Articles