Konsolidasi dengan PWNU Se- Indonesia di Surabaya, Gus Yahya: Mereka Menolak Saya Mundur 

Spread the love

salsabilafm.com – Keputusan rapat harian syuriyah yang meminta Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya untuk mundur terus memanas. Di tengah isu tersebut, Gus Yahya menggelar pertemuan tertutup dengan sejumlah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) se-Indonesia di sebuah hotel di Surabaya.

Dilansir dari jatimnet, rapat internal digelar sejak Sabtu malam, (22/11/2025) hingga Minggu (23/11/2025) dini hari. Pengamanan ketat dilakukan oleh puluhan anggota Banser sejak awal pertemuan. Gus Yahya tiba di lokasi sekitar pukul 19.35 WIB dan memasuki ruang pertemuan pada pukul 20.00 WIB.

Setelah diskusi berlangsung lebih dari lima jam, rapat ditutup sekitar pukul 01.30 WIB. Gus Yahya kemudian keluar menemui awak media dan menyampaikan hasil konsolidasi tersebut.

Dengan penuh keyakinan, ia menegaskan bahwa mayoritas PWNU secara bulat meminta dirinya tetap melanjutkan kepemimpinan hingga masa jabatannya berakhir.

“Mereka menolak saya mundur. Mereka merasa telah memilih saya, dan mereka akan kecewa jika saya mengundurkan diri,” kata Gus Yahya.

Gus Yahya juga menegaskan tidak memiliki niat untuk mundur. “Saya tegaskan, tidak ada alasan bagi saya untuk mundur,” katanya.

Gus Yahya menyebut bahwa perwakilan PWNU akan menggelar konsolidasi lanjutan setelah mendapat penjelasan utuh terkait dinamika internal PBNU beberapa waktu terakhir.

“Saya menjelaskan sejumlah hal agar pemahaman mereka utuh, tidak hanya berdasarkan rumor ataupun fitnah,” tambahnya.

Pertemuan tertutup tersebut tidak dihadiri oleh seluruh PWNU, termasuk PWNU Jawa Timur yang dipimpin KH Abdul Hakim Mahfudz, atau Gus Kikin. 

Sebelumnya, beredar dokumen risalah Rapat Harian Syuriyah PBNU pada Kamis (20/11/2025) di Jakarta yang ditandatangani KH Miftachul Akhyar. Dokumen itu berisi peringatan agar Gus Yahya menyatakan pengunduran diri dalam waktu tiga hari. Jika tidak, Syuriyah akan mengambil langkah pemberhentian resmi.

Evaluasi internal tersebut antara lain terkait pemanggilan narasumber yang dinilai memiliki keterkaitan dengan jaringan Zionisme Internasional dalam program Akademi Kepemimpinan Nasional NU (AKN NU). Kebijakan itu dianggap tidak sejalan dengan Maqashidul Qanun Asasi NU.

Hingga Minggu dini hari, Syuriyah PBNU belum memberikan pernyataan resmi mengenai hasil konsolidasi PWNU yang berlangsung di Surabaya.(*)


Spread the love

Related Articles

Latest Articles