Harga Telur Ayam Turun di Pasaran, Ini Sebab Utamanya !

Harga Telur Ayam Turun di Pasaran, Ini Sebab Utamanya !
Aktivis salah satu penjual telur ayam di Pasar Srimangunan Sampang, Rabu (29/9/2021)

Harga telur ayam kembali terjun bebas di sejumlah daerah di Indonesia termasuk Sampang. Harga telur kian menyentuh level terendah di bawah Rp. 20 ribu per kilogram.

Di Pasar Srimangunan Sampang, Rabu (29/9/2021), telur ayam seharga Rp. 17.500 per kilogram (kg) di level pedagang grosir. Harga itu jauh di bawah harga normal yang biasanya di kisaran Rp. 20.000 sampai Rp 25.000.

“Selama dua pekan ini harga telur berada di angka Rp 17 ribu per kg, turun terus dari Rp 20.000, Rp 19.000, Rp 18.000. Harga normalnya kan Rp. 20.000 sampai Rp 25.000.” kata pedagang telur bernama Moh. Asmuni saat ditemui di lapaknya.

Menurut Asmuni, Penurunan harga ini disebabkan oleh oversuplai produksi. Sementara, serapan telur ayam rendah di masa pandemi. Terlebih dalam beberapa bulan terakhir ada Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat.

“Harga telur ayam ras mengalami penurunan harga dikarenakan ketersediaan banyak (cenderung over supply) sedangkan permintaan konsumen cenderung menurun,” katanya.

Sementara itu, Halim peternak ayam asal Desa Panggung Sampang mengatakan, para peternak terhantam dua kali, selain harga jual telur yang rendah, peternak juga menghadapi harga jagung pakan yang relatif tinggi.

“Sudah beberapa waktu ini anjlok, sementara harga pakan ayam justru naik. Ini terasa benar-benar memberatkan kami, para peternak ayam mas,” ujarnya.

Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Diskopindag Sampang, Sapta Nuris Ramlan menjelaskan, ada sejumlah faktor yang menyebabkan harga telur mengalami penurunan. Salah satunya stok telur mengalami penambahan.

“Stok bertambah karena peternak menunda afkir sekitar 3 bulan yang lalu karena harga doc (anak ayam) mahal. Penyebab yang lain karena permintaan pasar yang sepi karena adanya PPKM,” pungkasnya. (Mukrim)

Leave a Reply

Your email address will not be published.