salsabilafm.com – Bupati Slamet Junaidi menepis tudingan bahwa dirinya menerima aliran dana ganti rumpon nelayan pesisir utara. Dia menegaskan tidak pernah makan uang rakyat dan tidak pernah memberi makan keluarganya dari uang haram. Dirinya memilih diam untuk menghindari kericuhan di Kabupaten Sampang.
“Saya tidak komen bukan berarti saya salah. Kalau saya komen nanti ribut se-kabupaten Sampang. Biarkan nanti kita buktikan siapa yang akan dipenjara,” kata Slamet Junaidi saat memberi sambutan di acara peringatan HUT ke-80 PGRI dan JGN 2025 di gedung PKPRI, Minggu (23/11/2025).
Bupati dua periode itu menegaskan bahwa dirinya tidak pernah memakan uang rakyat. “Tidak mau kami. Saya tidak biasa makan uang haram, dan anak-anak kami tidak biasa diberi makan dari uang seperti itu,” tegasnya.
Dia meyakini kebenaran akan terbukti dengan sendirinya seiring berjalannya waktu. Karena itu, pihaknya tidak ingin melakukan banyak pembelaan karena masyarakat yang akan menilai kinerja nyata pemerintahannya, bukan sekadar omongan belaka.
Dia juga menceritakan kisah hidupnya yang berangkat dari nol. Menurutnya, keberhasilan anak-anaknya yang kini berprofesi sebagai polisi dan dokter spesialis adalah hasil dari mencari nafkah secara benar dan halal.
“Saya percaya, urusan rezeki itu datang dari Allah,” tegasnya.
Slamet Junaidi memandang hujatan adalah hal biasa yang dihadapi oleh seorang pemimpin. Ia mencontohkan kesabaran Nabi Muhammad SAW dalam menghadapi cacian, yang justru membuat pengikutnya semakin banyak. Sebabnya, dia memilih pendekatan sabar dan hati-hati dalam menjalankan program kerjanya.
“Kami berharap agar seluruh pihak, termasuk para guru yang hadir dalam acara ini dapat terhindar dari fitnah dan bencana, sehingga bisa fokus bersama-sama membangun Kabupaten Sampang,” pungkasnya. (Mukrim)

