salsabilafm.com – Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan, dan Aset Daerah (BPPKAD) Kabupaten Sampang terus berupaya mengejar target penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) tahun 2025. Hingga akhir triwulan III, realisasi pajak baru mencapai 23,79 persen dari total target sebesar Rp7,5 miliar.
Kepala Bidang Pendapatan BPPKAD Sampang, Moh. Heldiyas Setya Risanto, mengatakan, pihaknya kini memfokuskan upaya penagihan pajak di desa-desa dengan capaian terendah.
“Kami telah berkoordinasi dengan perangkat desa dan para camat agar penagihan bisa dilakukan lebih intensif,” katanya (29/10/2025).
Diyas menambahkan, berbagai langkah telah dilakukan untuk mempermudah masyarakat dalam membayar pajak, di antaranya dengan membuka layanan pembayaran di lokasi car free day, kantor kecamatan, dan balai desa.
“Langkah ini kami lakukan agar masyarakat bisa membayar tanpa harus datang ke kantor BPPKAD,” jelasnya.
Selain penagihan langsung, BPPKAD Sampang juga melakukan pembaruan data Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) guna meningkatkan akurasi data Nomor Objek Pajak (NOP) dan meminimalisasi kesalahan administrasi.
“Validasi data penting supaya pajak yang dibayar benar-benar sesuai dengan objek dan wajib pajaknya,” tambah Diyas.
Menurutnya, tingkat kesadaran masyarakat masih menjadi tantangan utama dalam upaya meningkatkan pendapatan daerah. Oleh karena itu, BPPKAD terus mengintensifkan kegiatan edukasi dan sosialisasi pajak agar masyarakat memahami pentingnya pajak sebagai sumber pembiayaan pembangunan daerah.
“Kami optimistis dengan kerja sama semua pihak, realisasi PBB-P2 bisa meningkat signifikan di akhir tahun,” pungkasnya. (Mukrim)

