Harga Masih Rendah, Petambak Garam Sampang Tahan Hasil Panen

Spread the love

salsabilafm.com – Stok garam rakyat di Kabupaten Sampang, Madura, tercatat mencapai 35.300 ton. Meskipun jumlahnya cukup besar, mayoritas petambak garam memilih untuk menahan penjualan dengan harapan harga garam akan meningkat di pasaran.

Data dari Dinas Perikanan (Diskan) Sampang merinci bahwa dari total stok tersebut, garam kualitas KW 1 mendominasi dengan jumlah 32.703 ton, disusul KW 2 sebanyak 1.947 ton, dan KW 3 sebanyak 650 ton.

Stok garam ini tersebar di empat kecamatan utama penghasil garam, dengan rincian; Kecamatan Sampang : 7.290 ton, Pangarengan: 8.940 ton, Jrengik: 640 ton dan Sreseh: 18.430 ton.

Kepala Bidang Perikanan dan Budidaya Diskan Sampang, Moh. Mahfud, menjelaskan, para petambak masih menunggu waktu yang tepat untuk menjual garamnya demi mendapatkan harga yang lebih menguntungkan.

“Saat ini para petambak masih menahan garamnya dengan harapan harga bisa naik lebih mahal,” katanya, Senin (20/10/2025).

Mahfud menyebut musim kemarau yang tergolong pendek dan disertai hujan menyebabkan tingkat produksi garam tahun ini cukup rendah. Hingga saat ini, produksi garam rakyat hanya mencapai 6.492 ton, dari lahan seluas 3.218,24 hektare yang tersebar di tujuh kecamatan penghasil.

Sementara itu, harga garam rakyat saat ini berada di kisaran, KW 3: Rp1.150.000 per ton, KW 2: Rp1.250.000 per ton dan KW 1: Rp1.350.000 per ton

Pihaknya berharap harga garam dapat terus meningkat sehingga para petambak bisa menjual garamnya dengan harga yang lebih layak. “Kami berharap agar ke depannya harga garam rakyat naik. Petambak bisa menjual garamnya lebih layak dan mahal,” pungkas Mahfud. (Mukrim)


Spread the love

Related Articles

Latest Articles