46 Dapur MBG di Sampang Belum Kantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi

Spread the love

salsabilafm.com – Sebanyak 46 dapur yang digunakan dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sampang, Jawa Timur, hingga kini belum memperoleh Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dari Kementerian Kesehatan.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinas Kesehatan Kabupaten Sampang, Agus Mulyadi, membenarkan bahwa hingga saat ini seluruh dapur tersebut masih dalam proses pengurusan sertifikasi.

“Hingga saat ini belum, karena masih proses dan harus melalui beberapa tahapan,” ujarnya kepada Salsabilafm.com, Sabtu (11/10/2025).

Agus menjelaskan, proses pengurusan SLHS tidak bisa dilakukan secara instan. Ada beberapa tahapan administrasi dan teknis yang harus dipenuhi oleh pengelola dapur MBG. Salah satunya, kata dia, adalah pelatihan bagi para penjamah makanan.

“Pelatihan ini penting supaya petugas yang menangani makanan benar-benar paham cara menjaga kebersihan dan keamanan pangan. Jadi bukan hanya soal rasa atau gizi, tapi juga bagaimana makanan itu diolah dengan aman,” terangnya.

Selain pelatihan, Dinas Kesehatan juga melakukan inspeksi kesehatan lingkungan (IKL) di setiap dapur yang terlibat dalam program tersebut. Pemeriksaan meliputi kebersihan dapur, alat masak, serta cara penyimpanan bahan makanan.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap dapur memiliki standar kebersihan yang layak. Jangan sampai makanan yang disajikan justru menimbulkan risiko kesehatan bagi penerima manfaat,” jelasnya.

Lebih lanjut, pihaknya juga akan melakukan uji laboratorium terhadap sampel makanan dan air di masing-masing dapur. Langkah ini dilakukan untuk mendeteksi kemungkinan adanya cemaran biologis, kimia, atau benda lain yang berpotensi membahayakan kesehatan.

“Hasil uji laboratorium sangat penting sebagai dasar penilaian akhir sebelum sertifikat laik higiene sanitasi diterbitkan. Kalau ditemukan ada cemaran, tentu harus dibenahi dulu,” imbuhnya. (Syad)


Spread the love

Related Articles

Latest Articles