salsabilafm.com – Peristiwa tragis terjadi di kawasan Bukit Jaddih, Kabupaten Bangkalan, Kamis (20/11/2025) kemarin. Enam santri tenggelam di danau buatan bekas galian saat mengikuti kegiatan latihan. Satu di antaranya merupakan santri asal Kabupaten Sampang.
Korban asal Sampang tersebut bernama Moh. Nasiruddin Adrai (8), warga Desa Panggung, Kecamatan Sampang. Hal itu disampaikan Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Sampang, Mohammad Hozin, Jum’at (21/11/2025).
Hozin menjelaskan, awalnya para santri sedang berlatih di area perbukitan Bukit Jaddih. Salah satu dari mereka hilang dari rombongan dan diketahui berenang di danau bekas galian. Lima santri lainnya kemudian mencoba menolong, namun justru ikut tenggelam.
Para korban dievakuasi ke Puskesmas Jaddih sekitar pukul 17.30 WIB oleh pengasuh pondok menggunakan sepeda motor. Saat tiba di puskesmas, kondisi para korban sudah meninggal. Salah satu pengasuh pondok juga mengalami syok berat dan harus dirujuk ke RSUD Sampang.
“Kami langsung melakukan penanganan darurat serta pendistribusian bantuan kepada keluarga korban,” katanya.
Hozin mengungkapkan, orangtua Moh. Nasiruddin menerima kabar duka pada pukul 16.15 WIB ketika mereka sedang berada di Kediri untuk mengantar putri pertama mereka yang juga mondok di daerah tersebut. Setelah menerima telepon dari pengasuh, mereka segera kembali dan menuju Puskesmas Jaddih untuk menjemput jenazah putra mereka.
“Jenazah tiba di rumah duka di Desa Panggung sekitar 22.15 WIB, lalu langsung dimandikan dan dishalatkan. Korban dimakamkan pagi harinya sekitar pukul 07.00 WIB di TPU dekat rumah keluarga,” jelasnya.
Sebagai bentuk kepedulian, BPBD Sampang menyalurkan bantuan kedaruratan bagi keluarga korban. Selain itu, BPBD juga melaporkan kejadian tersebut kepada pimpinan dan berkoordinasi dengan unsur SAR lainnya, termasuk AGISENA BPBD Jawa Timur.
“Kematian Moh. Nasiruddin menjadi duka yang mendalam bagi keluarga dan warga Desa Panggung. Banyak tetangga dan kerabat yang hadir untuk memberikan doa serta dukungan kepada keluarga semoga di berikan ketabahan,” pungkas Hozin.
Identitas enam korban yaitu; Louvin (9), Rosyid Ainul Yakin (10), Reynand Azka (9) serta Salman (9) berasal dari Surabaya. Sedangkan dua korban lain yakni Moh Nasirudin Adrai (8) asal Kabupaten Sampang dan Muhammad Akhtar Muzain Ainul Izzi (7) asal Bangkalan. (Mukrim)

